Pasal 31 ayat 1 & 2
AYat 1 : Setiap warga negara berhak
mendapatkan pendidikan ***
Ayat 2 : Setiap warga negara wajib
mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya***
Bicara tentang manusia, maka kita tak akan terlepas untuk juga
membicarakan PENDIDIKAN...kita bisa disebut sebagai manusia karena kita dapat
berpikir, berakal budi & beradab, jelas berbagai kemampuan itu kita dapat
tidak dengan serta merta, namun melalui proses yang kita sebut sebagai BELAJAR.
Begitu pentingnya arti pendidikan, sampai-sampai di negara
ini PENDIDIKAN diatur dalam salah satu PASAL dalam UNDANG-UNDANG DASAR negara
(lihat paragraf paling atas ^_^ ) ...wow,sepertinya negara ini sangat peduli
dengan pendidikan untuk warga negaranya yah...???tapi harapan boleh berbeda
dengan kenyataan (!)
Kenyataannya, pendidikan formal dinegeri ini sungguh sangat
miris untuk kita bandingkan dengan cita-cita luhur para pendiri negara.
Dimana-mana biaya pendidikan formal di Indonesia sangat-sangat-sangatlah
mahaaaal!bahkan dalam lingkup pendidikan dasar sekalipun...sebagai bahan
contoh, di kota kecil saya berdomisili sekarang, untuk masuk ke sebuah SD
favorit, orang tua siswa paling tidak harus menyiapkan uang 3 juta yang
dikatakan sebagai sumbangan sukarela (tapi maksa?)...itupun di sebuah SD Negeri.
Saya jadi teringat waktu masih dalam usia pelajar dulu,
dimana hampir semua pelajar dengan kondisi ekonomi menengah kebawah -seperti
saya- pasti akan mati2an belajar demi memperoleh nilai tinggi sebagai modal
masuk menjadi siswa di sekolah2 negeri yang saat itu benar2 terjangkau
biayanya. Demikian juga saat memutuskan untuk kuliah, saya sampai bertekad
tidak akan meneruskan kuliah, kalau tidak diterima di PTN, dengan pertimbangan
tidak ingin memberatkan orang tua (karena saat itu biaya untuk kuliah di PTN
sangat-sangat terjangkau, dibandingkan dengan biaya di PTS).
Namun sekarang?ketika penerimaan siswa baru,kebetulan ada
keponakan (dengan kemampuan ekonomi pas-pasan) yang mendaftar menjadi siswa di
SMA tersebut, gagal masuk –setelah dikomparasi dengan teman2nya yang lain –
karena jumlah sumbangan yang “tidak sesuai kriteria” (padahal dia menulis 4
juta – yang terasa sangat mewah bagi dia – di kolom sumbangan). Belum lagi
membicarakan biaya pendidikan di universitas negeri tempat saya menimba ilmu
dulu...
Pada akhirnya saya hanya mampu berhayal, mungkin suatu waktu
saat saya sudah berusia tua, saya dapat berbangga & menyombongkan diri karena
menjadi alumni dari sebuah institusi berbiaya selangit, tempat para golongan
kelas elite di kota saya menyekolahkan penerus dinasti elite-nya...wow alangkah
hedon-nya saya hahahaha
Berikut saya kutip lirik lagu dari Marjinal yang menjadi
back sound selama saya menulis.
Aku ingin sekolah
gratis
Inilah realita banyak yang tidak sekolah
Di tengah tengah kota apalagi di plosok desa
Berjuta anak bangsa tak mampu terus sekolah
Karena biayanya saja sudah semakin menggila
Di tengah tengah kota apalagi di plosok desa
Berjuta anak bangsa tak mampu terus sekolah
Karena biayanya saja sudah semakin menggila
Hey...hey...hey..pendidikan
bukanlah perusahaan yang orientasinya uang
Hey...hey...hey..pendidikan
bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan
Katanya pendidikan hak hak semua orang
Yang dilindungi dan dijamin oleh undang undang
Hey hey mana buktinya hanyalah sampah belaka
Ternyata yang sekolah hanyalah yang berduit saja
Pendidikan....mahal banget
Pendidikan ...mahal banget
Pendidikan ...mahal banget
Pendidikan...ajang bisnis, Anjing!
Pendidikan di sini tak pernah berubah
Seperti diera jamannya para penjajah
Di mana rakyat jelata tak bisa sekolah
bukanlah perusahaan yang orientasinya uang
Hey...hey...hey..pendidikan
bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan
Katanya pendidikan hak hak semua orang
Yang dilindungi dan dijamin oleh undang undang
Hey hey mana buktinya hanyalah sampah belaka
Ternyata yang sekolah hanyalah yang berduit saja
Pendidikan....mahal banget
Pendidikan ...mahal banget
Pendidikan ...mahal banget
Pendidikan...ajang bisnis, Anjing!
Pendidikan di sini tak pernah berubah
Seperti diera jamannya para penjajah
Di mana rakyat jelata tak bisa sekolah
Yang bisa hanyalah kelompok yang punya kuasa
Yang bisa hanyalah kelompok yang berduit saja
Yang bisa hanyalah kelompok yang berduit saja
Pendidikan ...gratis untuk semua



Tidak ada komentar:
Posting Komentar