Kamis, 14 Juni 2012

PENDIDIKAN (kok mahal??)



Pasal 31 ayat 1 & 2
AYat 1 : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan ***
Ayat 2 : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya***

Bicara tentang manusia, maka kita tak akan terlepas untuk juga membicarakan PENDIDIKAN...kita bisa disebut sebagai manusia karena kita dapat berpikir, berakal budi & beradab, jelas berbagai kemampuan itu kita dapat tidak dengan serta merta, namun melalui proses yang kita sebut sebagai BELAJAR.

Begitu pentingnya arti pendidikan, sampai-sampai di negara ini PENDIDIKAN diatur dalam salah satu PASAL dalam UNDANG-UNDANG DASAR negara (lihat paragraf paling atas ^_^ ) ...wow,sepertinya negara ini sangat peduli dengan pendidikan untuk warga negaranya yah...???tapi harapan boleh berbeda dengan kenyataan (!)
Kenyataannya, pendidikan formal dinegeri ini sungguh sangat miris untuk kita bandingkan dengan cita-cita luhur para pendiri negara. Dimana-mana biaya pendidikan formal di Indonesia sangat-sangat-sangatlah mahaaaal!bahkan dalam lingkup pendidikan dasar sekalipun...sebagai bahan contoh, di kota kecil saya berdomisili sekarang, untuk masuk ke sebuah SD favorit, orang tua siswa paling tidak harus menyiapkan uang 3 juta yang dikatakan sebagai sumbangan sukarela (tapi maksa?)...itupun di sebuah SD Negeri.

Saya jadi teringat waktu masih dalam usia pelajar dulu, dimana hampir semua pelajar dengan kondisi ekonomi menengah kebawah -seperti saya- pasti akan mati2an belajar demi memperoleh nilai tinggi sebagai modal masuk menjadi siswa di sekolah2 negeri yang saat itu benar2 terjangkau biayanya. Demikian juga saat memutuskan untuk kuliah, saya sampai bertekad tidak akan meneruskan kuliah, kalau tidak diterima di PTN, dengan pertimbangan tidak ingin memberatkan orang tua (karena saat itu biaya untuk kuliah di PTN sangat-sangat terjangkau, dibandingkan dengan biaya di PTS). 

Namun sekarang?ketika penerimaan siswa baru,kebetulan ada keponakan (dengan kemampuan ekonomi pas-pasan) yang mendaftar menjadi siswa di SMA tersebut, gagal masuk –setelah dikomparasi dengan teman2nya yang lain – karena jumlah sumbangan yang “tidak sesuai kriteria” (padahal dia menulis 4 juta – yang terasa sangat mewah bagi dia – di kolom sumbangan). Belum lagi membicarakan biaya pendidikan di universitas negeri tempat saya menimba ilmu dulu...

Pada akhirnya saya hanya mampu berhayal, mungkin suatu waktu saat saya sudah berusia tua, saya dapat berbangga & menyombongkan diri karena menjadi alumni dari sebuah institusi berbiaya selangit, tempat para golongan kelas elite di kota saya menyekolahkan penerus dinasti elite-nya...wow alangkah hedon-nya saya hahahaha
Berikut saya kutip lirik lagu dari Marjinal yang menjadi back sound selama saya menulis.

Aku ingin sekolah gratis

Inilah realita banyak yang tidak sekolah
Di tengah tengah kota apalagi di plosok desa
Berjuta anak bangsa tak mampu terus sekolah
Karena biayanya saja sudah semakin menggila
Hey...hey...hey..pendidikan
bukanlah perusahaan yang orientasinya uang
Hey...hey...hey..pendidikan
bukanlah formalitas yang penuh dengan kekosongan

Katanya pendidikan hak hak semua orang
Yang dilindungi dan dijamin oleh undang undang
Hey hey mana buktinya hanyalah sampah belaka
Ternyata yang sekolah hanyalah yang berduit saja

Pendidikan....mahal banget
Pendidikan ...mahal banget
Pendidikan ...mahal banget
Pendidikan...ajang bisnis, Anjing!

Pendidikan di sini tak pernah berubah
Seperti diera jamannya para penjajah
Di mana rakyat jelata tak bisa sekolah
Yang bisa hanyalah kelompok yang punya kuasa
Yang bisa hanyalah kelompok yang berduit saja

Pendidikan ...gratis untuk semua


Tidak ada komentar: